Transparent Sexy Pink Heart

Panda

Rabu, 19 Oktober 2016

Tugas 2 - Pengantar Bisnis : "Berkaitan dengan Sumber Daya Manusi (SDM)"



Bagaimana cara meningkatkan kualitas karyawan dari suatu perusahaan? Berikan contohnya
Bagi perusahaan besar, karyawan adalah aset yang harus terus dikembangkan. Tujuan pengembangan ini adalah meningkatkan produktivitas kerja, melakukan efisiensi, memberikan kesempatan berkarir, atau menemukan potensi karyawan. Biasanya. atasan langsung bertanggung jawab pada pengembangan tersebut. Masalahnya adalah banyak atasan yang tidak tahu cara mengembangkan karyawan atau bawahannya. Berikut terdapat sembilan metode umum mengenai perkembangan karyawan:
1.      PELATIHAN
Pelatihan merupakan program umum untuk mengembangkan tenaga kerja. Bentuknya bisa pelatihan di dalam perusahaan (internal training) atau di luar perusahaan (external training). Internal training yang jamak disebut in house training bisa menggunakan pelatih dari dalam perusahaan atau dari luar perusahaan. Sementara itu, external training dilakukan dengan mengirimkan karyawan ke instansi atau lembaga pelatihan tertentu, baik pemerintah maupun swasta.
2.      PENDIDIKAN
Pengembangan karir karyawan melalui pendidikan biasanya melalui kursus. Ini ditunjukan untuk karyawan terbaik yang dianggap perlu mengembangkan pendidikannya karena pendidikan sebelumnya belum cukup. Sebagai contoh, seorang karyawan lulusan D3 mendapat tugas kuliah S1 agar pengetahuan dan ketrampilannya meningkat.
3.      MAGANG
Seperti halnya pelatihan, magang kerja bisa dilakukan di dalam perusahaan atau di luar perusahaan. Magang di dalam perusahaan biasanya lintas department dengan durasi satu sampai tiga bulan. Contohnya, seorang karyawan yang bekerja di laboratorium magang kerja di Departemen Mining untuk mempelajari proses pengambilan dan preparasi contoh tanah yang dilakukan di departemen tersebut. Magang kerja internal ini ditujukan untuk menyelaraskan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan tersebut dalam pengambilan dan preparasi contoh tanah. Disisi lain, magang eksternal dilakukan di perusahaan induk atau perusahaan lain. Sebagai contoh, karyawan pada sebuah perusahaan kendaraan motor dikirim ke Jepang selama enam bulan untuk magang di induk perusahaan tersebut.
4.      JOB ENRICHMENT
Pengembangan karyawan bisa juga di lakukan dengan job enrichment. Singkatnya, program ini adalah penambahan tugas dan tanggung jawab di posisi yang sama. Beberapa contohnya adalah:
-          Karyawan yang mendapat tugas tertentu (misalnya projek khusus) di departemennya atau lintas departemen.
-          Karyawan yang mengisi jabatan baru yang sebelumnya tidak ada dengan tingkat yang sama.
-          Karyawan yang mendapat tugas menggantikan atasannya yang sedang cuti atau dinas luar kota.
5.      BENCHMARK
Benchmark atau yang biasa disebut studi banding adalah mengevaluasi atau membandingkan sesuatu dengan standar. Cara ini dilakukan bila sesuatu di perusahaan tersebut perlu ditingkatkan. Sebagai contoh, sebuah perusaahan tambang yang hendak membangun tanur peleburan baru, melakukan benchmark ke perusahaan tambang lain yang memiliki pengalaman menggunakan tanur tersebut. Tentu saja, studi banding ini tidak harus terhadap peralatan, namun harus bisa juga pada apapun yang menyangkut kepentingan perusahaan. Beberapa diantaranya adalah:
-          Keselamatan kerja
-          Prosedur kerja baku
-          Situasi kerja
-          Perjanjian kerja bersama antara perusahaan dengan karyawan
6.      UJI KOMPETENSI
Uji kompetensi atau uji kemampuan dilakukan juga untuk mengembangkan karyawan. Uji ini bisa dilakukan oleh pihak perusahaan sendiri atau Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
7.      ROTASI KERJA
Metode lain pengembangan karyawan adalah rotasi kerja. Metode ini bisa di satu departemen atau antar departemen dengan waktu mingguan atau bulanan. Tujuannya antara lain menyiapkan karyawan yang akan mendapatkan promosi, memberi tantangan baru, atau menambah ketrampilan karyawan. Sekedar contoh, seorang Manajer Mutu sebuah laboratorium yang menerapkan ISO/IEC 17025:2005 dirotasi menjadi Manajer Teknis. Hal yang sama terjadi pada Manajer Teknis yang ditugaskan menjadi Manajer Mutu.
8.      COACHING
Coaching (bimbingan) bisa diberlakukan pada karyawan berkinerja baik atau berkinerja buruk. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja, transfer pengetahuan, menambah ketrampilan bawahan, dan mendekatkan hubungan kerja antara atasan dengan bawahan. Misalnya, seorang atasan yang memiliki ketrampilan mengkalibrasi spectrometer X-ray fluorescence (XRF) membimbing satu atau lebih bawahannya agar mampu mengkalibrasi peralatan tersebut.
9.      PROMOSI
Metode pengembangan yang terakhir adalah promosi. Selain menghargai kinerja bagus karyawan, promosi ini bertujuan mengembangkan keterampilan karyawan dan mempertahankan karyawan bertalenta dan berkinerja baik agar tidak mengundurkan diri atau pindah ke perusahaan lain. Biasanya, promosi dilakukan apabila ada posisi yang kosong, posisi baru, atau karyawan bersangkutan telah memenuhi kualifikasi posisi diatasnya. Sebagai contoh, seorang karyawan yang telah tiga tahun di posisi Assistant Chemist mendapatkan promosi menjadi Chemist.

Sumber:
Sumber: http://www.duniakaryawan.com/metode-pengembangan-karyawan/

Rabu, 12 Oktober 2016

Tugas 1 Pengantar Bisnis : "Membangun Karakter Building Untuk Menjadi Wirausaha Sukses"



Setiap manusia yang telah terlahir ke dunia pada dasarnya telah sukses. Pernyataan ini mungkin telah sering sekali kita dengar. Semua memang adalah rahasia Allah mengapa memilih kita untuk hadir ke dunia ini. Namun teori ilmiah mengatakan bahwa seorang insan terlahir karena telah mengalahkan jutaan bahkan milyaran sel sperma yang lain hingga terbentuklah embrio yakni kita saat ini. Karena anda begitu istimewa, jadilah bagian dari keistimewaan itu. Karena anda telah sukses terlahir, maka jadilah bagian dari kesuskesan itu. Salah satunya yakni dengan memiliki mental sukses. Karena banyak sekali orang yang mengatakan, menginginkan dan bercita-cita untuk menjadi orang sukses, sementara dia tidak pernah membiasakan dirinya untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan sukses. Dan sesungguhnya kebiasaan sukses tersebut adalah hal-hal yang sangat simple namun banyak orang yang menganggapnya sebagai hal yang sepele. Salah satunya adalah sikap disiplin. Banyak orang yang ingin sukses, namun tidak pernah disiplin waktu.
1. Pengertian Membangun Karakter (Character Building)

 Dari segi bahasa, membangun karakter (Character building)  terdiri dari dua kata yakni Membangun (to buid) dan karakter (character). Adapun artinya "Membangun" berssifat memperbaiki, membina, mendirikan, mengadakan sesuatu. Sedangkan "Karakter" adalah tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain. Dalam konteks disini adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak mulia, insan manusia sehingga menunjukan perangai dan tingkah laku yang baik berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa membangun karakter akan menggambarkan hal-hal pokok sebagai berikut;
  1. Merupakan suatu proses yang terus menerus di lakukan untuk membentuk, tabiat, watak, dan sifat-sifat kejiwaan yang berlandaskan kepada semangat pengabdian dan kebersamaan.
  2. Menyempurnkan karakter yang ada untuk terwujudnya karakter yang diharapkan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.
  3. Membina karakter yang ada sehingga menampilkan karakter yang kondusif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilandasi dengan nilai - nilai falsafah Pancasila.
Membangun karakter bangsa  pada hakikatnya adalah agar suatu bangsa atau masyarakat memiliki sebgai berikut;
  1. Adanya saling menghormati dan saling menghargai diantara sesama;
  2. adanya rasa kebersamaan dan tolong menolong;
  3. Adanya rasa persatuan dan kesatuan sebagaisuatu bangsa;
  4. Adanya rasa peduli dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
  5. Adanya moral , akhlak yang dilandaskan pada nilai-nilai agama;
  6. Adanya perilaku dan sifat-sifat kejiwaan yang saling menghormati dan menguntungkan;
  7. adanya kelakuan dan tingkah laku yang senantiasa menggambarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai hukum dan nilai-nilai budaya;
  8. Sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan.
Berkaitandengan hal itu, maka atas karakter suatu bangsa/masyarakat pada dasarnya dapat dikenali pada dua sifat, yaitu;
  1. Karakter yang bersifat positif, yakni suatu tabiat, watak yang menunjukan nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat, bengbangsa dan bernegara.
  2. Karakter yang bersifat negatif, yakni tabiat, watak yang menunjukan nilai-nilai negatif terhadap kehidupann bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Faktor-Faktor Membangun Karakter

Karakter sebagai tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan berorganisasi, baik organisai pemmerintahan maupun organisasi swadaya/usaha dan lain sebagainya. Dapat dikatakan bahwa karakter manusia Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara merupakan kunci yang sangat penting untuk mewujudkan cita-cita perjuangan guna terwjudnya masyarakat adil dan makmur berlandaskan Pancasila.

Dikatakan penting karena karakter mempunyai makna atau nilai yang sangat mendasar untuk mempengaruhi segenap pikiran, tindakan dan perbuatan setiap insan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai yang dimaksud adalah;
  • Kejuangan;
  • Semangat;
  • Kebersamaan atau Gotong royong;
  • Kepedulian atau solider;
  • sopan santun;
  • Persatuan dan kesatuan;
  • Kekeluargaan;
  • Tanggung Jawab.
Nilai-nilai seperti ini tampaknya cenderung semakin luntur dalam kehidupan berbangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dapat dilihat secara jelas bahwa misalnya berbagai kasus konflik sosial dan komunal yang marak terjadi di berbagai daerah dengan penyebab yang sepele. Konflik horizontal antar etnik atau konflik yang membawa issue SARA yang mencerminkan ketidakkukuhan nilai-nilai kebangsaan di masyarakat. Seandainya kekukuhan nilai, senantiasa terwujud dalam kehidupan setiap insan manusia Indonesia, maka konflik yang banyak merenggut itu tentu tidak akan terjadi.

Selain itu keironian yang terjadi hari ini adalah kaum yang terpelajar pun sedang marak terjadi tawuran baik itu dikalangan pelajar maupun dikalangan mahasiswa yang tidak sedikit merenggut nyawa disesama mereka dan terus merembes kekehidupan masayarakat kita. Bulan sekarang sedang ramainya dengan "Geng Motor" yang makin hari makin tak terkendali penyebaran dan kriminalitas yang ditimbulkannya, dengan rata - rata angggotanya adalah para remaja dan pemuda yang seharusnya diharapkan memiliki karakter terdidik dan jiwa kepemimpinan dalam hal yang baik untuk kemajuan dirinya dan bangsanya. Meihat pada kejadian-kejadian tersebut nampaknya wawasan kebangsaan sudah tidak menjiwai watak manusia Indonesia sebagiannya yang mana pada saat itu masyarakat kita dikenal dengan kesantunan dan keramah tamahan serta penuh toleransi, saling menghormati di dalam kemajemukan masing-masing dan hidup secara bergotong royong.

Mengiingat karakter suatu masyarakat, bangsa dan negara mempunyai nilai dan makna yang sangat strategis, maka faktor-faktor yang perlu dan senantia diperhatiakan antara lain;
  1. Ideologi;
  2. Politik;
  3. Ekonomi;
  4. Sosial Budaya;
  5. Agama;
  6. Normatif (Hukum dan peraturan perundangan);
  7. Pendidikan;
  8. Lingkungan;
  9. Kepemimpinan.

Profil Wirausaha Sukses





Pertengahan 2010, nama Dimas Ginanjar Merdeka mulai dikenal banyak orang. Bob Merdeka, sapaan akrabnya, mendirikan Maicih, brand keripik pedas yang jadi pelopor makanan ringan pedas di Bandung, Jawa Barat. Tak membutuhkan waktu lama, keripik pedas Maicih milik Bob Merdeka ini terpilih menjadi The Hot Snack 2011 oleh majalah Rolling Stone Indonesia.
Awalnya, Bob Merdeka tidak punya strategi khusus pada saat memulai usaha ini. Fokusnya hanya menjual keripik pedas seunik dan sekreatif mungkin. Keripik singkong pedas yang jadi makanan favorit masa kecilnya pun, ia sulap menjadi produk berkelas yang siap bersaing dengan produk lainnya. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan media sosial.
Keripik pedas Maicih dilambangkan oleh sosok nenek ramah yang bersahaja. Ia mulai dikenal banyak orang lewat media sosial Twitter dengan akun @maicih. Bob Merdeka memang mengandalkan Twitter untuk mempromosikan keripik pedas Maicih-nya. Lewat tagar #maicih yang begitu popular di microsite ini, distribusi dan promosi pun dilakukan. Akun @maicih yang resmi dibuat bulan Oktober 2010 ini kemudian mengukuhkan konsep jualan keripik pedas ini. Sukses bergerilya jualan via Twitter, kini keripik pedas Maicih sudah bisa dinikmati semua penggemarnya di seluruh Indonesia.

Minggu, 09 Oktober 2016

ETIKA PROFESI AKUNTANSI : ETIKA SEBAGAI TINJAUAN


1.      PENGERTIAN ETIKA
Etika (Yunani Kuno: “ethikos” , berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standard an penelitian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung.
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang sebenernya dilakukan oleh manusia

2.      PRINSIP ETIKA
Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum masehi, para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup masyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi setidaknya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersenit dapatr diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.
·         Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang dan lain-lain.
·         Prinsip persamaaan
Setiap manusia pada hakikatnya memililki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbadai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskriminatif atas dasar apapun.
·         Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti saling menghormati, kasih saying, membantu orang lain, dan lain-lain.
·         Prinsip Keadilan
Kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang atas apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain
·         Prinsip Kebebasan
Sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain.
·         Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat.

3.      BASIS TEORI ETIKA
·          Etika Teleologi
Dari kata Yunani, Telos= tujuan, mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi, yaitu Egoisme Etis dan Utilitarianisme.
·         Deontologi
Istilah deontology berasal dari kata Yunani, Deon yang berarti kewajiban. “Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk?”, deontology menjawab “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dank arena perbuatan keduan dilarang”. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.
·         Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah hak pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.
·         Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang sikap atau akhlak seseorang, tidak apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.

·         Egoisme
Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan hanya untuk menguntungkan diri sendiri.

4.      EGOISM
Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoism berarti menempatkan diri ditengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat.